KDD Sindangkempeng Perkuat UMKM dan Optimalkan Lahan Bengkok Desa
Sindangkempeng, 8 Mei 2026 - Kelompok Difabel Desa (KDD) Sindangkempeng terus memperkuat langkah kemandirian ekonomi melalui pengembangan UMKM dan pemanfaatan lahan bengkok desa. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan rutin KDD yang membahas strategi penguatan usaha kelompok, pemetaan potensi anggota, potensi pasar, serta pembagian tugas sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing anggota.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kelompok Difabel Desa Sindangkempeng dampingan FKDC sebagai mitra SIGAB Indonesia dengan dukungan Pemerintah Australia–Indonesia melalui Program INKLUSI dan Program SOLIDER fase 2 (Strengthening Social Inclusion for Disability Equity and Rights). Program tersebut bertujuan memperkuat inklusi sosial, pemberdayaan ekonomi, serta pemenuhan hak-hak difabel di tingkat desa.
Dalam pertemuan rutin tersebut, seluruh anggota bersama fasilitator desa (Fasdes) menyepakati pentingnya kerja sama dan pembagian peran agar pengelolaan UMKM KDD dapat berjalan lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan. Pembagian tugas dilakukan berdasarkan kebutuhan penguatan UMKM serta disesuaikan dengan potensi dan kemampuan masing-masing anggota, di antaranya:
Penanggung Jawab Produksi: Samidin
Marketing: Taufik, Jelani, dan Iin
Bendahara: Teti
Pengembangan Usaha: Ati dan Uum
Penanggung Jawab Pakan Ikan: Adi dan Aripin
Tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan, keesokan harinya anggota KDD langsung bergerak melaksanakan kegiatan produksi UMKM berupa pembuatan kerupuk gendar dan keripik tempe. Proses produksi dilakukan secara gotong royong dengan semangat kebersamaan dan saling mendukung antaranggota.
Di waktu yang sama, sebagian anggota lainnya melakukan kegiatan perawatan lahan bengkok yang telah diberikan Pemerintah Desa Sindangkempeng untuk dikelola oleh KDD. Mereka membersihkan rumput ilalang di sekitar area lahan dan kolam ikan lele, sekaligus memanen hasil tanaman yang sebelumnya telah ditanam.
Lahan bengkok tersebut mulai dikelola sejak tahun 2025 sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi kelompok difabel desa. Dengan dukungan modal usaha sebesar Rp10 juta dari Pemerintah Desa Sindangkempeng, KDD membangun dua kolam terpal budidaya ikan lele berdiameter 3 meter. Meski hasil usaha budidaya lele belum maksimal, kegiatan tersebut tetap berjalan dan menjadi simbol semangat kemandirian anggota KDD.
Selain fokus pada budidaya ikan lele, anggota KDD juga terus mengidentifikasi potensi lain yang dapat dikembangkan di lahan tersebut. Hasil diskusi bersama memutuskan bahwa lahan kosong sementara akan dimanfaatkan untuk penanaman pohon singkong sebagai langkah awal pengembangan pertanian produktif.
Dalam waktu dekat, pengurus KDD juga akan menyusun beberapa Standar Operasional Prosedur (SOP) guna memperkuat tata kelola usaha kelompok. Selain SOP keuangan, KDD juga akan menyusun SOP pembagian tugas anggota, SOP pengelolaan hasil usaha. Penyusunan SOP tersebut diharapkan dapat mendukung pengelolaan UMKM yang lebih tertib, profesional, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, KDD Sindangkempeng menunjukkan bahwa teman-teman difabel memiliki semangat, kemampuan, dan komitmen kuat untuk berkembang. Dengan dukungan pemerintah desa, pendampingan FKDC, serta kolaborasi bersama SIGAB Indonesia melalui Program SOLIDER fase 2, KDD berharap seluruh program usaha yang dijalankan dapat terus tumbuh, mandiri, dan memberikan manfaat nyata bagi anggota maupun masyarakat sekitar.